Bagaimana Menjadi Investor Saham

Saham Sebagai pilihan Investasi

  • Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal
  • Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan modal dalam sebuah perusahaan atau perseroan terbatas
  • Pemegang saham memiliki hak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  • Memiliki saham berarti memiliki kesempatan untuk mendapatkan dividen
  • Saham merupakan aset yang likuid, jadi mudah untuk diperjualbelikan


Keuntungan berinvestasi di saham

1. Dividen

Dividen adalah Pembagian Keuntungan Perusahaan kepada Pemegang Saham. Contoh: Salah satu emiten membagi dividen per saham Rp 500,- Rina memiliki sahamnya sebanyak 5.000 saham (50 lot). Jadi dividen yang diterima oleh Rina adalah Rp 2.500.000 (belum termasuk pajak)

2. Capital Gain

Capital Gain adalah Keuntungan ketika kita menjual saham lebih tinggi dari harga beli. Contoh: Johan membeli saham per saham Rp 3.000,- dan kemudian menjual pada harga Rp 4.000,-. Capital Gain yang diperoleh adalah Rp 1.000,- untuk setiap saham yang dijual oleh Johan.

Risiko berinvestasi di saham

1. Tidak Mendapat Dividen

Umumnya perusahaan membagi dividen ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Jadi ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau mengalami kerugian maka perusahaan tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

2. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan Capital Gain. Hal ini terjadi jika kita menjual saham yang kita miliki lebih rendah dari harga beli. Contoh: Adi membeli saham perusahaan dengan harga per saham Rp 3.000,- dan beberapa waktu kemudian saham ini mengalami penurunan. Adi menjual saham tersebut pada harga Rp 2.500,- sehingga Adi mengalami kerugian Rp 500 untuk setiap saham yang ia jual.

Bagaimana Mendapatkan Saham

Pada dasarnya terdapat 3 cara untuk mendapatkan saham:

  1. Membeli Saham di Pasar Perdana atau ketika sebuah perusahaan melakukan Penawaran Umum (go public)
  2. Membeli Saham di Pasar Sekunder atau membeli saham yang telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek
  3. Membeli saham melalui pembelian unit penyertaan Reksa Dana (lewat Reksa Dana)
Khusus untuk di Pasar Sekunder, terlebih dahulu kita harus menjadi nasabah di salah satu broker saham atau Perusahaan Sekuritas yang menjadi anggota di Bursa Efek. Di Bursa Efek Indonesia terdapat sekitar 120 broker saham yang dapat melayani kita untuk melakukan jual dan beli saham

Langkah Awal Menjadi Investor

Investor bisa datang ke kantor perusahaan sekuritas untuk mendaftar, atau daftar lewat aplikasi sekuritas. Ada banyak aplikasi sekuritas di indonesia.

Berikut langkah-langkah pendaftaran investor baru:

  1. Mengisi formulir yang telah disediakan oleh pihak Perusahaan Sekuritas, yaitu formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan formulir Rekening Dana Investor (RDI)
  2. Memberikan dokumen yang diperlukan, seperti : fotocopy KTP yang berlaku dan (jika ada) NPWP serta fotocopy bagian depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam formulir Pembukaan Sub Rekening Efek
  3. Setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama calon investor saham. Masing-masing broker menentukan deposit berbeda-beda. (dimulai dari Rp. 100.000,-)
  4. Setelah disetujui, selanjutnya kita sudah siap bertransaksi !!!


Informasi Tentang Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

  • Transaksi saham menggunakan Continuous Auction System (Sistem lelang berkelanjutan) yang didasarkan kepada order-driven market.
  • Pihak yang boleh melakukan transaksi atau memasukkan order hanya Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi anggota kliring (AB Kliring).
  • Transaksi dilakukan melalui JATS-Next G (Jakarta Automated Trading System Next Generation).
  • Investor melakukan transaksi saham melalui AB yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek.
  • AB akan mengenakan biaya transaksi untuk setiap transaksi yang dilakukan oleh investor.
  • Transaksi dilakukan dalam bentuk scriptless dengan penyelesaian T+3.
  • Transaksi dilakukan dengan remote trading system.